jenis bentuk dan simbol resistor

dalam elektronika dan kelistrikan, resistor (yang di lambangkan dengan hurup R) adalah salah stu komponen pasif yang sifatnya resistif, menghambat besarnya arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. realisasinya selain menghambat arus listrik, resistor juga bisa berpungsi sebagai pembagi arus listrik, dan penurun tegangan listrik.
Berdasarkan Hukum Ohm, V = I x R, maka rumus untuk mencari besarnya resistor adalah R = V/I. Adapun satuan untuk resistansi resistor ini adalah Ohm dengan simbol OMEGA ( )
berdasarkan nilai tahanan atau hambatan atau bisa disebut juga resistansi, secara umum ada dua jenis resistor, yaitu :
resistor tetap (resistor yang nilai resisransinya tetap) dan resistansinya bisa di atur, baik di atur manual oleh tangan maupun diatur dengan otomatis dengan cahaya atau suhu.
contoh resistor yang bisa diatur seperti : potensiometer, trimpot, LDR, dan thermistor (NTC dan PTC)
Potensiometer, adalah resistor yang resistansinya bisa diatur langsung dengan tangan LDR (Light Depending Resistor) disebut juga photoresistor, adalah resistor peka cahaya yang resistansinya tergantung pada cahaya atau sinar
Trimpot, adalah resistor yang resistansinya bisa diatur dengan tangan dan bantuan alat seperti dengan obeng
Thermistor, adalah resistor peka suhu yang resistansinya tergantung / bisa diatur dengan suhu. Thermistor ini ada 2 jenis: PTC (Positive Temperature Coefisien) dan NTC (Negative Temperature Coefisien)
Khusus untuk resistor tetap (kecuali resistor dalam bentuk chip atau SMD resistor), nilai resistansinya selalu dengan gelang kode warna yang ditulis pada badan resistor dan penulisan gelang kode warna resistor ini diatur oleh EIA (Electronic Industries Association)
Kode warna resistor untuk 5 gelang bisa dilihat pada gambar berikut:

Related Posts:

0 Response to "jenis bentuk dan simbol resistor"

Post a Comment

1.silahkan berkomentar sesuai posting yang di bahas.
2.kritik dan saran komentar pada blog ini
terimakasih